Showing posts with label Daniel Pink. Show all posts
Showing posts with label Daniel Pink. Show all posts

Sunday, January 4, 2015

Daniel Pink Modifikasi Perilaku Project Sunlight

Dari bulan Oktober sampai Desember 2014 kemarin Sunlight dibawah Unilever sedang gencar-gencar nya mempromosikan Project Sunlight. Agar mengingatkan memori yang dimiliki berikut link video nya
 
 
Pada intinya Project Sunlight ini adalah gerakan untuk menumbuhkan kesadaran mencuci tangan.  

Ikutan penasaran juga bagaimana membuat orang tersadar untuk mencuci tangan. Penasaran saya sebenarnya dilandasi dari misi hidup saya di tahun 2014, Behavior Modifying – ahli dalam memodifikasi perilaku. Logika saya bukankah membuat orang yang awalnya tidak suka mencuci tangan menjadi suka mencuci tangan adalah bentuk modifikasi perilaku.

Coba-coba searching seorang ahli yang saya anggab sebagai guru perubahan perilaku, Daniel Pink. Ternyata Daniel Pink pernah melakukan treatment untuk mengubah perilaku orang untuk mencuci tangan setelah buang air kecil saat menonton pertandingan Bisbol.

Dari penelitian awal yang dilakukan, Daniel Pink menemukan bahwa para penonton pertandingan Bisbol yang buang air kecil hanya 40% saja yang mencuci tangan setelah buang air kecil. Menggunakan hasil penelitian peneliti dari Belanda yang menemukan bahwa bau lemon identic dengan bau sabun cuci. Daniel Pink membuat hipotesis bahwa bau khas lemon yang identik sudah masuk ke dalam alam bawah tak sadar manusia. Setiap kali mencium bau lemon, alam bawah tak sadar manusia menyimpulkan ada sabun cuci dan mendorong orang untuk cuci tangan.

Daniel Pink kemudian menggunakan membuat treatment berdasarkan hipotesisnya untuk mengubah perilaku cuci tangan para penonton pertandingan Bisbol. Dipasanglah alat pengharum ruangan dengan rasa lemon yang khas di toilet stadion pertandingan Bisbol. Beberapa saat kemudian, Daniel Pink memonitor perubahan perilaku yang terjadi. Dari pengamatan yang dilakukan, Daniel Pink berhasil membuktikan hipotesisnya. Bau khas lemon bekerja secara misterius, alam bawah tak sadar manusia berbisik pada otak untuk mencuci tangan saat membau lemon.

Selama penelitiannya menggunakan cara kerja misterius lemon, Daniel Pink berhasil merubah perilaku mencuci tangan.  Jika pada awal nya hanya 40% saja orang yang mencuci tangan, setelah dilakukan treatment menjadi 72% penonton pertandingan Bisbol berubah perilaku nya menjadi mau mencuci tangan setelah buang air kecil.

Belum puas dengan hasil  penilitiannya, Daniel Pink berkeinginan meningkatkan hasil penilitiannya. Daniel Pink percaya semangat mencuci tangan sebenarnya masih bisa lebih ditingkatkan. Jika dipenelitian awal Daniel Pink menggunakan konsep pendekatan psikologi analisis, penelitian berikutnya Daniel Pink menggunakan pendekatan psikologi behavioristic. Dengan psikologi analisis focus Daniel Pink adalah alam bawah tak sadar. Sedangkan dengan psikologi behavioristic focus nya adalah pembiasaan dengan reward dan punishment.

Alih-alih menggunakan punishment di penelitian nya yang kedua, Daniel Pink di penelitiannya kedua lebih cenderung menggunakan reward. Daniel Pink berfikir bagaimana membuat kegiatan mencuci tangan menjadi hal yang menyenangkan saat dilakukan.

Dan inilah yang dilakukan, Daniel Pink memasang technology di kran air, tempat sabun, dan tempat mengambil tisu. Seperti kita tahu, pertandingan Bisbol memiliki back sound suara yang khas. Perhatikan back sound suara pelempar bola melemparkan bola, perhatikan back sound saat bola bisa dipukul oleh pemain dan perhatikan juga back sound saat pemain mendapatkan point. Ketiga back sound tersebut lah yang dipasangkan di kran air, tempat sabun, dan tempat mengambil tisu.

Saat orang menyalakan kran, selama kran nya mengeluarkan air akan muncul suara back sound pelempar bola. Saat orang mengambil sabun cuci tangan muncul back sound bola dipukul. Dan saat tisu diambil muncul back sound pemain mendapatkan point.

Tentu saja para penonton pertandingan Bisbol adalah orang-orang yang cinta Bisbol. Saat mencuci tangan dan mendengar back sound Bisbol muncul perasaan senang. Saat ada orang yang habis buang air kecil akan keluar toilet tanpa cuci tangan, kemudian mendengar ada suara yang dia kenal karena ada yang sedang cuci tangan. Suara itu menarik perhatian orang tersebut dan membuat tidak jadi langsung keluar. Orang tersebut pun akhirnya juga ikut mencuci tangan.

Menariknya technology yang dibuat Daniel Pink ternyata meningkatkan orang dalam mencuci tangan setelah buang air  kecil. Dari 40% orang yang mencuci tangan menjadi 72% dengan bau khas lemon, dan meningkat menjadi 80% dengan technology yang menyenangkan.

Berkah Selalu
N Kuswandi

Thursday, February 13, 2014

Daniel PinK : The Puzzle of Motivation





Setiap menggali Training Need Analysis, bisa dipastikan isu yang muncul adalah, "bantu anggota team kami untuk memiliki mind set yang lebih baik". Karena inilah, saya khirnya membranding diri sebagai modifying behavior. Harapannya, apa yang dibrandingkan benar-benar menjadi kenyataan.

Menuju goal branding tersebut, sudah selayaknya selalu belajar menemukan metode terbaru dan terefektif untuk memodifikasi perilaku. Salah satu konsep terbaru dikenalkan oleh Daniel Pink saat Daniel berpidato di acara TED 2009. Konsep ini muncul karena, Daniel Pink menganggap konsep motivasi Behavior yang berprinsip pada insentif materi, reward dan punishment tidaklah cukup. Daniel Pink melihat model reward-punishment, atau stick and carrot hanya cocok diterapkan bagi pekerjaan mekanis yang flow proses bisnis nya monoton. Dan jenis bisnis atau organisasi seperti ini hanya berlangsung di era industri saja. Sedangkan pada masa ini, era bisnis sudah bergeser dari era industri ke era kontektual yang ditandai dengan lahir dan besarnya industri-industri kreaktif.

Melihat perubahan era tersebut, Daniel Pink kemudian melakukan penelitian yang berfokus pada motivasi intrinsik yang pernah dikembangkan oleh Edward Deci di tahun 1969 dan Harry F. Harlow tahun 1949. Dari penelitian yang dilakukan, Daniel Pink membuktikan, motivasi eksternal seperti uang hanya menjadi motivasi jangka pendek selama insentifnya dibayarkan. Daniel Pink juga mengatakan bahwa orang hanya akan melakukan sesuatu sejauh mereka dibayar. Atau kalau dalam istilah hierarki value, insentif external seperti uang hanya memotivasi orang sejauh aktifitas basic saja.

Daniel Pink kemudian memberikan rekomendasi, untuk perusahaan yang hidup di era busnis kontektual dengan core company creativity bisa menggunakan tiga faktor instrinsik untuk memotivasi karyawannya. Ketiga motivasi instriksik itu oleh Daniel Pink dinamakan sebagai motivasi Mastery atau penguasaan keahlian; motivasi Autonomy atau kemandirian; dan motivasi Purpose atau tujuan yang bermakna. Menariknya, Daniel Pink juga menyampaikan, bahwa motivasi internal tadi harus dilengkapi dengan memberikan gaji dan tunjangan yang layak kepada karyawan.

Daniel Pink menjelaskan, motivasi Mastery adalah motivasi untuk menguasai keahlian, yang artinya seseorang bisa memiliki motivasi yang tinggi jika mereka diberikan peluang untuk mengembangkan dirinya untuk menjadi expert atau spesialis dibidang tertentu. Dalam aplikasinya, perusahaan atau organisasi yang menggunakan konsep mastery harus memberikan pekerjaan yang cukup menantang tapi tidak terlalu mustahil.

Autonomy menurut Daniel Pink didefinisikan sebagai kebebasan yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya dalam bentuk kebijakan yang flekibel. Karyawan dibebaskan untuk berinovasi serta menjadi kreatif. Daniel Pink percaya, karyawan yang memiliki perasaan tertekan karena segala peraturan yang mengekang akan mendemotivasi seseorang.

Motivasi ketiga berupa purpose adalah bahwa setiap orang memiliki tujuan non financial atas pekerjaan nya. Tujuan itu bisa berupa, membantu orang lain, tujuan spiritual, tujuan aktualisasi diri dan sebagainya. Para leader sering kali mengistilahkan dengan added value dari setiap pekerjaan. Bukan hanya bekerja agar target nya tercapai, tapi apa nilai lain yang bisa didapat saat melakukan pekerjaan dan mencapai target. Purpose memberikan arti penting dalam suatu aktivitas menjadi layak diperjuangkan. Purpose adalah bahan bakar utama dalam mengobarkan api motivasi.

Salah satu perusahaan yang entah sadar atau tidak yang sudah menggunakan ketiga model intrinsik tersebut adalah Google. Aplikasi konsep Daniel Pink, dimulai Google merekrut karyawan. Google hanya merekrut, bahkan membajak orang-orang yang terbukti memiliki keahlihan di bidang IT. Secara tidak langsung, sebenarnya Google mengaplikasikan konsep motivasi mastery. Orang-orang yang terbukti hebat memiliki keahlian di bidang IT adalah bukti bahwa orang-orang tersebut memiliki motivasi intrinsic untuk menjadi spesialis (mastery) di bidang IT. Setelah mereka diterima di Google, perusahaan membaskan mereka untuk bekerja dari mana saja dan mengerjakan apa saja. Role Google ini adalah aplikasi dari motivasi autonomy. Dan Google juga memiliki role bahwa setiap karyawannya memiliki project yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya. Role ini adalah aplikasi Google untuk menumbuhkan motivasi bekerja melalui intrinsic motivation purpose.

Berkah Selalu
Novianta Kuswandi