Thursday, February 13, 2014

Daniel PinK : The Puzzle of Motivation





Setiap menggali Training Need Analysis, bisa dipastikan isu yang muncul adalah, "bantu anggota team kami untuk memiliki mind set yang lebih baik". Karena inilah, saya khirnya membranding diri sebagai modifying behavior. Harapannya, apa yang dibrandingkan benar-benar menjadi kenyataan.

Menuju goal branding tersebut, sudah selayaknya selalu belajar menemukan metode terbaru dan terefektif untuk memodifikasi perilaku. Salah satu konsep terbaru dikenalkan oleh Daniel Pink saat Daniel berpidato di acara TED 2009. Konsep ini muncul karena, Daniel Pink menganggap konsep motivasi Behavior yang berprinsip pada insentif materi, reward dan punishment tidaklah cukup. Daniel Pink melihat model reward-punishment, atau stick and carrot hanya cocok diterapkan bagi pekerjaan mekanis yang flow proses bisnis nya monoton. Dan jenis bisnis atau organisasi seperti ini hanya berlangsung di era industri saja. Sedangkan pada masa ini, era bisnis sudah bergeser dari era industri ke era kontektual yang ditandai dengan lahir dan besarnya industri-industri kreaktif.

Melihat perubahan era tersebut, Daniel Pink kemudian melakukan penelitian yang berfokus pada motivasi intrinsik yang pernah dikembangkan oleh Edward Deci di tahun 1969 dan Harry F. Harlow tahun 1949. Dari penelitian yang dilakukan, Daniel Pink membuktikan, motivasi eksternal seperti uang hanya menjadi motivasi jangka pendek selama insentifnya dibayarkan. Daniel Pink juga mengatakan bahwa orang hanya akan melakukan sesuatu sejauh mereka dibayar. Atau kalau dalam istilah hierarki value, insentif external seperti uang hanya memotivasi orang sejauh aktifitas basic saja.

Daniel Pink kemudian memberikan rekomendasi, untuk perusahaan yang hidup di era busnis kontektual dengan core company creativity bisa menggunakan tiga faktor instrinsik untuk memotivasi karyawannya. Ketiga motivasi instriksik itu oleh Daniel Pink dinamakan sebagai motivasi Mastery atau penguasaan keahlian; motivasi Autonomy atau kemandirian; dan motivasi Purpose atau tujuan yang bermakna. Menariknya, Daniel Pink juga menyampaikan, bahwa motivasi internal tadi harus dilengkapi dengan memberikan gaji dan tunjangan yang layak kepada karyawan.

Daniel Pink menjelaskan, motivasi Mastery adalah motivasi untuk menguasai keahlian, yang artinya seseorang bisa memiliki motivasi yang tinggi jika mereka diberikan peluang untuk mengembangkan dirinya untuk menjadi expert atau spesialis dibidang tertentu. Dalam aplikasinya, perusahaan atau organisasi yang menggunakan konsep mastery harus memberikan pekerjaan yang cukup menantang tapi tidak terlalu mustahil.

Autonomy menurut Daniel Pink didefinisikan sebagai kebebasan yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya dalam bentuk kebijakan yang flekibel. Karyawan dibebaskan untuk berinovasi serta menjadi kreatif. Daniel Pink percaya, karyawan yang memiliki perasaan tertekan karena segala peraturan yang mengekang akan mendemotivasi seseorang.

Motivasi ketiga berupa purpose adalah bahwa setiap orang memiliki tujuan non financial atas pekerjaan nya. Tujuan itu bisa berupa, membantu orang lain, tujuan spiritual, tujuan aktualisasi diri dan sebagainya. Para leader sering kali mengistilahkan dengan added value dari setiap pekerjaan. Bukan hanya bekerja agar target nya tercapai, tapi apa nilai lain yang bisa didapat saat melakukan pekerjaan dan mencapai target. Purpose memberikan arti penting dalam suatu aktivitas menjadi layak diperjuangkan. Purpose adalah bahan bakar utama dalam mengobarkan api motivasi.

Salah satu perusahaan yang entah sadar atau tidak yang sudah menggunakan ketiga model intrinsik tersebut adalah Google. Aplikasi konsep Daniel Pink, dimulai Google merekrut karyawan. Google hanya merekrut, bahkan membajak orang-orang yang terbukti memiliki keahlihan di bidang IT. Secara tidak langsung, sebenarnya Google mengaplikasikan konsep motivasi mastery. Orang-orang yang terbukti hebat memiliki keahlian di bidang IT adalah bukti bahwa orang-orang tersebut memiliki motivasi intrinsic untuk menjadi spesialis (mastery) di bidang IT. Setelah mereka diterima di Google, perusahaan membaskan mereka untuk bekerja dari mana saja dan mengerjakan apa saja. Role Google ini adalah aplikasi dari motivasi autonomy. Dan Google juga memiliki role bahwa setiap karyawannya memiliki project yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya. Role ini adalah aplikasi Google untuk menumbuhkan motivasi bekerja melalui intrinsic motivation purpose.

Berkah Selalu
Novianta Kuswandi

Sunday, February 9, 2014

Kitab Babon Rahasia Sukses


Semakin dipelajari semakin beragam rahasia sukses yang bermunculan. Mulai dari rahasia sukses nya Ki Hajar Dewantoro dengan 3 N nya (Niteni-Niroake-Nambahi) yang kemudian dikembangkan lagi oleh Pelatih Sukses No 1 Indonesia, Tung Desem Waringin menjadi Nyontek (niroake), Faktor Tambah (Nambahi), dan Faktor Kali. Tokoh-tokoh lain memiliki rumus yang berbeda lagi, Simon Sinek dengan teori Golden Circle nya mengajarkan kesuksesan didapat saat seseorang mengerjakan sesuatu berawal dari lingkaran paling dalam (lingkaran why) atau lingkaran passion, kemudian dilanjutkan dengan lingkaran tengah (lingkaran how) atau lingkaran competency, dan ditutup dengan lingkaran paling luar (lingkaran what) atau lingkaran action plan. Ada juga Daniel Goleman yang merumuskan kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh kecerdasan emosional (self awareness, managing emotions, motivating oneself, empathy dan handling relationship) ditambah kecerdasan intelektual. Steven Covey dengan buku larisnya berjudul Seven Habit for Highly Effective People kemudian menerjemahkan kecerdasan emosional ke dalam tujuh perilaku, handling relationship diterjemahkan menjadi dua perilaku "win-win" dan "synergy", empathy, proactive, begin from the end, put first think first, dan sharpen the saw. Mario Teguh berkomentar pendidikan itu penting untuk menjadi sukses, sedangkan tokoh "glidis" lain berbicara berhentilah sekolah cari ilmu dilapangan dan take action.

Semakin banyak rumus sukses yang bermunculan pastilah membuat orang semakin sulit untuk melihat hubungan dan menentukan rumus sukses mana yang harus dipakai. Dalam proses memperluas zona nyaman pencarian rumus sukses, ada "thek" (hikmah) yang mungkin menjadi pertanyaan saya, apa kitab babon dari rumus sukses. "Thek" itu saya temukan dari surat Al Ashr;
"Demi masa,
Sesungguhnya semua orang dalam kerugian
Kecuali orang-orang yang beriman, beramal sholeh
dan berwasihat (menaseht-nasehati) dengan kebenaran & menasehati dengan kesabaran"

Al Ashr yang menurut para ahli tafsir sebagai surat yang bisa merangkum Al Qur'an. Surat yang keluar di Mekkah tadi menurut saya adalah babon rumus sukses. Semua rumus sukses dari para ahli gagal mengalahkan ayat pertama "Demi Masa". Mau berjuta-juta rumus sukses sebenarnya kuncinya adalah waktu. Kita menganggap waktu itu konstan, sehari 24 jam, seminggu 7 hari, sebulan 30 hari. Anggapan kita terpatahkan oleh teori relativitas einsten, dengan rumus E=MC2. Waktu itu relative, yang tetap adalah kecepatan cahaya, 300.000 m/s, dan kita bisa mempersepsikan waktu karena ada cahaya. Siapa yang bisa bergerak mendekati cahaya maka semakin panjang waktu yang dimiliki.  Artinya rumus sukses pertama adalah mengalahkan kecepatan cahaya. Semua orang mampu mengerjakan apapun, yang membedakan adalah seberapa seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tadi. Ada yang berhasil menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 1 hari dan ada yang berhasil menyelesaikan dalam waktu 1 minggu. Semakin cepat orang berlari mendekati cahaya maka semakin cepat seseorang menyelesaikan pekerjaan. 

 Orang-orang yang bisa mengalahkan atau mendekati cahaya disebut sebagai orang-orang yang beruntung. Cara untuk mengalahkan kecepatan cahaya tersebut juga sudah diterangkan, yaitu :
1. Beriman                 dengan kata lain berilmu
2. Beramal sholeh      dengan kata lain take action
3. Berwasiat               dengan kata lain mensukseskan orang lain
Coba perhatikan jika Tung Desem Waringin merumuskan sukses dengan menyontek, nambahi, dan mengalikan maka sebenarnya ketiga hal tersebut adalah rumus pertama untuk mengalahkan waktu, "berilmu". Conteklah ilmu nya, tambahi ilmunya, dan kembangkan berkali-kali ilmunya. Mario Teguh juga berbicara ilmu sebagai pondasi sukses. Rumus kedua dibicarakan oleh Bob Sadino dengan take action nya. Rumus sukses Daniel Goleman dan Steven Covey juga sebenarnya jika dirangkum kembali ketiga rumus babon tadi. Seven Habit for Highly Effective People berbicara tentang habit effective sebagai pribadi dan habit effective dalam berhubungan dengan orang lain. habit effective sebagai pribadi adalah penjabaran dari beramal sholeh, dan habit effective dalam berhubungan dengan orang lain adalah penjabaran dari mensukseskan orang lain. Apapun rumus suksesnya kembali ke tiga rumus 

Kembali kepada rumus utama untuk menjadi sukses harus bisa mendekati cahaya. Cara untuk mendekati cahaya adalah dengan berilmu. Orang yang bisa mendekati cahaya identik dengan mampu mengerjakan pekerjaan dalam waktu singkat. Hal ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki competency atau orang-orang yang memiliki ilmu. Buktinya saja Michael Suchmaker mampu mengelilingi 60 lap arena balapan hanya dalam waktu 45 menit, ini membuktikan Michael Suchmaker memiliki ilmu. Tentunya jika kita yang tidak memiliki ilmu mengendari F1 bisa jadi tidak bisa mendekati cahaya dan menyelesaikan 60 lap dalam waktu 2 hari.

Memiliki ilmu nya saja ternyata tidak menjamin seseorang mendekati cahaya. Dibutuhkan rumus kedua untuk menyempurnakan, take action begitulah rumus kedua. Memiliki ilmu tapi kalau tidak pernah dicoba tidak akan pernah menjadi amal, tidak pernah menjadi tindakan. Take action memungkinkan kita mendekatkan diri kepada kecepatan cahaya. 

Dan ternyata berilmu dan mengambil tindakan juga belum menjamin seseorang mendekati kecepatan cahaya. Diperlukan satu unsur lagi untuk mendekati cahaya, yaitu mensukseskan orang lain. Ilmu yang dimiliki orang terbatas, sehingga berdampak pada action yang akan dilakukan. Dengan bersama-sama mensukseskan orang, ilmu yang dimiliki orang lain menjadi ilmu kita dan ilmu kita menjadi ilmu orang lain. Sinergi saling membuat sukses ini membentuk simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. 

Saat ilmu, take action dan mensukseskan orang lain bisa bersinergi dengan bagus, kecepatan cahaya yang begitu cepat itu bisa kita dekati atau bahkan bisa kita susul. Bukan kah manusia dengan sifat insyaniallah nya lah yang bisa mengalahkan malaikat. Jika malaikat yang terbukti memiliki kemampuan kecepatan cahaya saja bisa kita kalahkan tentu saja kita bisa melebihi kecepatan cahaya?

Berkah selalu
N. Kuswandi

Sunday, February 2, 2014

Golden Circle : One Day Career Journey


Minggu kemarin berkesempatan sharing dengan teman-teman mahasiswa Psikologi di UNDIP tentang menyiapkan karir. Sharing kali ini dimulai dengan sebuah pertanyaan, "apa yang harus disiapkan untuk mendapat karir yang bagus?" Seandainya ditarik benang merah, pertanyaan yang mendasari sharing kali pas banget dengan buku saya yang berjudul "Good Talent Management Practice".

Saya mengawali sharing dengan teori Golden Cycle dari Simon Sinek. Seseorang bergerak karena memiliki alasan "why", dan alasan terkuat yang menggerakan seseorang adalah passion. Dengan passion orang akan bergerak menuju lingkaran kedua, "how". Passion menggerakkan orang untuk belajar "how" atau cara memperoleh passion nya, artinya orang akan mempelajari skill yang dibutuhkan. Tidak cukup dengan memiliki passion dan skill, untuk mencapai yang diimpikan, orang membutuhkan action plan, sebagai lingkaran terakhir "what", agar tujuan nya terarah dengan baik.

Passion + Skill + Action Plan itu lah yang perlu disiapkan mahasiswa untuk mengejar karir nya. Tiga hal tadi jika ditarik garis merah dengan buku saya "Good Talent Management Practice" memiliki benang merah yang sangat jelas. Di buku "Good Talent Management Practice" saya mengulas "Talent" atau karyawan yang memiliki performance dan potensi yang baik untuk memimpin perusahaan di dalam organisasi hanya berjumlah 2,5% dari total populasi karyawan. Para talent ini memiliki tiga ciri utama, memiliki passion, character dan competency.

Dengan kondisi yang sama, semua mahasiswa memiliki peluang untuk bekerja di perusahaan best fortune. Namun ternyata hanya 2,5% dari lulusan universitas yang mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan best fortune. Jika Simon Sinek menyaratkan passion + skill + action plan maka sebenarnya syarat itu menjadi pondasi untuk menjadi talent di sebuah perusahaan. Tentunya karir seseorang tidak berhenti hanya dengan berhasil bergabung di perusahaan best fortune. Karir sebenarnya baru dimulai setelah seseorang masuk di sebuah perusahaan.

Setelah Passion menjadi syarat yang sama untuk masuk ke perusahaan, maka passion juga menjadi syarat untuk menjadi talent dan mendapat promosi jabatan yang lebih bagus. Lingkaran kedua golden cycle berupa skill juga merupakan pondasi untuk menjadi seorang talent. Skill bisa berarti soft skill dan hard skill, jika ditarik benang merah dengan ciri seorang talent, maka soft skill adalah character dan hard skill adalah competency.


Pondasi saja tidak akan cukup menjadi sebuah bangunan. Mahasiswa yang berhasil masuk ke dalam perusahaan best fortune tentu saja memiliki pondasi yang variasi nya tidak begitu berbeda, bahkan hampir sama. Maka pondasi perlu dibangun untuk mempercepat karir. Dengan pondasi, passion + skill + action plan yang sama maka untuk mempercepat bangunan karir, orang perlu mengepos tiga asset nya, asset fisik untuk kerja keras, asset fikir untuk kerja cerdas, dan asset hati untuk kerja iklas. Ketiga asset tadi dimaksimalkan dengan menyontek atau merole model para talent yang ada di perusahaan, menambahi apa yang sudah dicontek, dan mengalikan yang sudah ditambahi menjadi percepatan. Contoh nya saja Jokowi, dia tidak memiliki program kerja khusus, dia hanya mencontek progran kerja wali kota Solo dan Gubernur Jakarta sebelumnya. Tidak hanya sekedar menyontek, namun Jokowi berhasil menambahi contekan nya dengan style nya sendiri dan mengalikan style dan contekan nya kepada kader PDIP yang lain, sebut saja Gubernur Jateng dan Walikota Surabaya yang merasakan hasil kali nya.


Berkah selalu

N. Kuswandi

 

Friday, January 31, 2014

IBQ : Influence Tactic For Managing Change





Jika Anda jalan-jalan ke India, Anda akan menemukan perusahaan global yang dibangun dari tanah India. Jika di Indonesia ada Astra, di India, Anda akan bertemu dengan Tata Group yang dibangun keluarga Tata. Bisnis Tata Group menggurita dari produk baja, makanan, sabun, garment, dan lain sebagainya. Di awal tahun 1981 saja, Tata Group setidaknya sudah memiliki 80 perusahaan. Dan di tahun yang sama, 1981, Ratan Tata ditunjuk sebagai CEO menggantikakn pamannya, J.R.D. Tata. Di tangan Ratan Tata lah, business model Tata Group berubah, dari business model India Centric menjadi Global Centric. Perubahan yang dilakukannya tidak hanya menjadikan Tata Group sebagai miliki orang India, namun menjadikan Tata Group sebagai perusahaan multinasional.
Seperti semua perubahan yang lain, walaupun Ratan Tata adalah CEO dan pemilik perusahaan, kepepimpinan Ratan Tata dalam melakukan perubahan ditentang banyak orang. Bahkan Ratan Tata menganggap tujuh atau delapan tahun pertama kepemimpinannya membuat nya frustasi, hingga dua atau tiga kali Ratan Tata hampir kembali ke IBM, perusahaan dimana dulu dia bekerja.

Walaupun dilanda berbagai  masalah, Ratan Tata tidak menyerah dengan visi perubahan yang dia buat. Ratan Tata memang memiliki keunggulan dalam mengelola unsur-unsur perubahan yang dikemukakan oleh Rhenald Kasalli  (Tahun Baru Pakaian Baru Ganti Perilaku). Ratan memiliki visi yang membuat nya tidak tersesat. Ratan juga memberikan insentif atas perubahan yang terjadi, llihat saja peristiwa penjualan industri sabunnya ke Lever Brother. Ratan Tata memberikan insentif kepada karyawannya dengan membuat perjanjian dengan Lever bahwa tidak akan ada pemecatan karyawan, pemegang saham mendapatkan penghasilan yang lebih besar dengan mendapatkan saham Lever, dan vendor serta pemasok yang ada sekarang masih akan tetap digunakan. Ratan Tatajuga memiliki resources dan action plan untuk melakukan perubahan.

Satu unsur lagi yang dimiliki Ratan Tata dalam melakukan perubahan adalah unsur skill. Walaupun mendapat tekanan dari berbagai pihak, Ratan Tata tidak menyerah dan meyakinkan (menginfluence) mereka bahwa perubahan yang dilakukannya berada di jalur yang benar. Memang salah satu skill yang dimiliki Ratan Tata adalah skill menginfluece (memperngaruhi) orang. Dalam melakukan perubahan, memang kemampuan menginfluence atau mempengaruhi orang menjadi skill yang kritikal untuk dikuasai.


Gary Yukl, seorang ahli dibidang influence pernah melakukan penelitian dan memetakan jenis-jenis influence yang bisa digunakan oleh para leader. Dengan tool yang Gary Yukl kembangkan, dia bisa mengidentifikasi jenis-jenis influence yang dilakukan oleh para leader. Tool itu kemudian diberi nama IBQ – Influence Behavior Question. Dari hasil penelitiannya, Gary Yukl memetakan ada sembilan jenis tactics influence, diantaranya adalah :

Rational persuasion           
Tactic influence ini dilakukan dengan cara memberikan penjelasan yang rasional. Semakin masuk akal penjelasan yang diberikan maka biasanya orang akan dengan mudah memahami dan bergerak sesuai dengan rasionalitas yang diberikan.
Inspirational appeal tactics
Tactics influence jenis ini dilakukan dengan metode seeking. Orang yang ingin diinfluence dilibatkan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Walaupun sebenarnya orang yang melakukan influence sudah mengetahui jawabannya. Sederhananya, jika seseorang mengemukakan ide maka biasanya orang tersebut akan mempertahankan ide yang dibuat dan lebih berkomitmen untuk melaksanakan ide nya.
Personal appeal                
Tactics influence ketiga dinamakan Gary Yukl sebagai personal appeal. Tactic influence jenis ini menggunakan pendekatan pertemanan. Ide nya jika seseorang berteman dengan seseorang secara akrab, biasanya temannya cenderung saling mempengaruhi. Bukankah kita jarang bisa menolak menolong teman kita, walaupun kadang kala pertolongan yang diminta teman kita merepotkan kita.
Ingratiation tactic             
Influence tactic jenis ini secara tidak sadar sering kali sudah kita lakukan dari kecil. Ingratiation tactic adalah menginfluence orang dengan membuat mereka senang terlebih dahulu. Saat orang dalam hati yang senang kecenderungannya memang mudah untuk mengikuti kemauan kita.
Exchange Tactic                
Jenis influence tactic berikutnya adalah exchange Influence tactic. Jika ada seorang marketing yang datang ketempat Anda untuk menawarkan sebuah barang, dan tiba-tiba dia bercerita tentang suatu aktivitas yang ternyata hobi Anda. Maka sebenarnya marketing tersebut sedang menggunakan exchange tactic untuk membuat Anda teinfluence dan mengikuti kemauan marketing “membeli barang yang ditawarkan”. Influence jenis ini memang dilakukan karena memiliki hobi yang sama
Consultation Tactic             
Tactics influence jenis ini adalah dengan mengajak orang ikut serta berpartisipasi. Tactic ini didasari pepatah Jawa “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino – Senang karena terbiasa”. Dengan mengajak orang berpartisipasi, diharapkan orang akan merasakan dan terbiasa dengan kegiatan yang dilakukan. Sehingga orang akan merasa aneh jika tidak melakukan.
Coalition tactic
Kadang kala ada orang-orang yang tidak bisa kita grab untuk diinfluence. Untungnya ada satu jenis influence tactics yang bisa digunakan untuk tetap menginfluence orang tersebut melakukan sesuai dengan keinginan kita. Tiap orang pasti memiliki orang yang berpengaruh, coalition tactics adalah menjadikan orang berpengaruh tadi menjadi tangan panjang kita untuk menginfluence orang lain.
 
Pressure tactic                  
Influence tactic jenis ini juga sering kali digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pressure  influence tactics adalah menggunakan tekanan untuk membuat orang mengikuti kemauan kita. Orang tua yang mengancam anaknya, penegak hokum yang sedang mengintrogasi terdakwa dengan menekan psikologis mereka adalah bentuk aksi nyata pressure influence tactic
Legitimizing tactic            
Dan jenis influence terakhir berdasar penelitian Gary Yukl adalah legitimizing tactic. Influence jenis ini menggunakan kekuasaan untuk mempengaruhi orang mengikuti kemauan kita. Biasanya influence jenis ini dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan.
Mungkin pertanyaan berikutnya adalah, dari kesembilan jenis influence tadi mana yang paling baik untuk dikuasai? Seorang influencer yang baik akan tahu kapan saatnya menggunakan kesembilan jenis influence tersebut. Artinya kesembilan influence tersebut tidak bisa berdiri, semua saling berpengaruh untuk menghasilkan influence yang berjangka panjang.

Saturday, January 25, 2014

World Cafe : Menemukan Innovasi Perubahan

Jika ingin selamat dari perubahan maka setiap orang harus beradaptasi dengan perubahan. Namun, beradaptasi saja ternyata tidak cukup. Beradaptasi berarti menjadi pengekor atas perubahan, jika ingin memimpin dalam perubahan hanya ada satu hal yang perlu dilakukan yaitu berinnovasi. Contohnya saja penggunaan sistem operasi smartphone android yang menjadi primadona sistem operasi smartphone dengan pangsa pasar sebesar 43% (2011). Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh google pada tahun 2008. Smartphone pertama yang mendapat kesempatan merasakasan innovasi tersebut adalah HTC (T-Mobile G1). Setelah merasa kehilangan pasar, produsen smartphone yang pada awalnya menggunakan sistem operasi seperti iOS, Symbion, Windows, Bada mulai beradaptasi dengan menciptakan smartphone yang bisa ditanami aplikasi android. Akibatnya para pengikut yang survive dengan beradaptasi sudah ketinggalan start dan kehilangan pasar.
 
Innovasi bisa dilakukan dengan dua hal, menciptakan hal yang benar-benar baru atau menggabungkan dua hal yang sudah ada menjadi hal baru. Einstens adalah  inventor jenis pertama. Jika Anda pernah melihat film "Eintens and Eddington", Anda akan menemukan dialog kegigihan Einstens untuk menjadi ilmuwan yang benar-benar menemukan innovasi baru. Atau jika Anda pernah meilihat film "A Beutiful Mind", disana juga mahasiswa bernama Nash yang terobsesi menjadi inventor jenis pertama, menemukan hal baru. Berbeda dengan Einstens dan Nash, Isac Newton, orang yang lebih berpengaruh dibandingkan Isa dan Musa (versi The 100, Michael H. hart) lebih memilih menjadi inventor versi kedua.  Inilah salah satu quate nya yang terkenal tentang kemampuannya menciptakan innovasi, "Karya saya berasal dari kemampuan berdiri diatas bahu raksasa lain". Para raksasa itu adalah para Guru atau ilmuwan lain yang memberikan pengaruh terhadap karya-karya nya. Newton lebih memilih menggabungkan pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada untuk menemukan innovasi beru.
 
Jika ingin menjadi yang terdepan memang mau tidak mau harus berdiri di depan menjadi innovator. Ada banyak metode untuk menemukan dan menciptakan ide innovasi, "The World Cafe" adalah salah satu metode baru yang dikembangkan oleh Juanita Brown and David Isaacs in 1995 dan dipopulerkan oleh Peggy Holman di tahun 2007 melalui bukunya yang berjudul The Change Handbook. Salah satu perusahaan yang sukses menggunakan metode The World Cafe untuk mengembangkan innovasi dibidang keselamatan kerja adalah Hawlett Pockard (HP). Dengan hasil innovasi yang dihasilkan, HP mampu menurunkan tingkat kecelakan sebesar 33%.
  
Sederhananya world cafe sendiri adalah sebuah metode brain storming dengan cara diskusi hidup yang menyenangkan. World cafe dimulai dengan menentukan kontek dari diskusi (Set The Context) yang akan dilakukan. Seorang cafe host akan menentukan tujuan dilaksanakan world cafe, dan objective atau goal yang ingin dicapai. Diproses pertama ini cafe host memiliki peran yang sangat penting untuk membangun mood peserta world cafe untuk ikut terlibat dan bersemangat saling belajar dan berbagi pengetahuan. Salah satu cara cafe host untuk melakukan hal tersebut adalah dengan membuat para peserta nyaman (Create Hospitable Space) seperti dengan meletakkan bunga di tengah-tengah meja. Cara lainnya adalah membuat peserta merasa equal satu sama lain. Cafe sponsor harus meyakinkan peserta tidak ada ide bodoh, semakin bodoh ide biasanya semakin menunjukkan orang tersebut melihat sisi lain, atau think out of the box.
 
Proses berikutnya cafe host akan menunjuk memberikan pertanyaan yang bisa mengkolaborasi setiap partisipan untuk menyumbangkan ide (Explore Questions that Matter).  Anggap saja world cafe yang Anda lakukan dihadiri peserta yang terbagi menjadi lima meja. Cafe host akan memberikan pertanyaan yang harus dibahas oleh semua meja tersebut. Pertanyaan nya bisa sama bisa juga berbeda untuk tiap meja.
 
Tugas cafe host diproses ini adalah memastikan semua peserta wolrd cafe terlibat untuk memberikan kontribusi untuk menjawab pertanyaan yang diberikan (Encourage Everyone's Contributions). Pastikan juga setiap kontribusi yang diberikan oleh peserta terdokumentasi. Cara yang paling mudah adalah dengan meminta para peserta menuliskan kontribusinya di lembar kertas yang sudah disiapkan. Cafe host juga harus memastikan setiap ada peserta yang berkontribusi menjawab pertanyaan yang diberikan, peserta lain mendengarkan dengan penuh empati untuk mendapatkan insight baru (Listen Together for Insight).
 
Agar peserta mendapatkan pandangan yang berbeda, peserta bisa saling tukar meja dan membaca perpective dari peserta yang duduk di meja tersebut. Prinsip ini dikenal sebagai Cross-Pollinate and Connect Diverse Perspectives. Tugas cafe host berikutnya adalah meminta para perwakilan tiap meja untuk membacakan rangkuman jawaban yang merupakan ide-ide innovasi. Graphics Professional kemudian akan merangkai ide-ide jawaban dari semua meja hingga menghasilkan ide innovasi baru (Harvest and Share Collective Discoveries)
 
Jika diperhatikan kekuatan proses menghasilkan ide innovasi dari world cafe ini adalah dari pelibaan semua peserta diskusi. Dua kepala memang susah untuk disatukan, namun jika sudah terintegrasi ide yang keluar adalah ide brilian. Frase inilah yang terjadi dari proses world cafe yang dilakukan, kepala-kepala yang mempunyai kelebihan masing-masing salaing terintegrasi menciptakan sebuah ide hebat.
 
Berkah selalu
Novianta Kuswandi

Thursday, January 16, 2014

Filosofi Perubahan Parpol dan Caleg

Mendekati masa pemilu, jika Anda mengamati, secara besar para calon legislatif maupun partai politik menjadikan tema “PERUBAHAN” sebagai janji kampanye mereka. Sebenarnya yang menjadi pertanyaan, perubahan yang akan dilakukan itu berdasar pada filosofi apa? Jika berbicara perubahan secara filosofi sebenarnya ada empat filosofi yang bisa digunakan untuk membangun perubahan, yaitu life cycle, evolusi, dialektik, dan teologi.
 

Filosofi perubahan yang pertama, life cycle dikenalkan oleh filsuf Comte dan Spancer (1820 – 1903). Filosofi life cycle menganggap perubahan terjadi atas kehendak alam dan prosesnya tidak bisa dilawan. Perubahan ibarat sebuah proses makhluk hidup yang dimulai dari kelahiran, masa kecil, tumbuh remaja, dewasa, tua dan mati. Para penganut filosofi life cycle meyakini siklus hidup ini tidak hanya terjadi pada makhluk hidup namun juga pada organisasi baik dalam skala besar (seperti negara) ataupun kecil. Dengan kepercayaan yang dimiliki, para penganut life cycle akhirnya mencoba mencari pola hidup sebuah organisasi, dan menemukan kematian organisasi mulai terjadi pada generasi ketiga (kurang lebih 30 tahun). Apa jadinya jika para caleg dan parpol yang maju pemilu besok adalah para penganut life cycle? Mereka akan mempercayai bahwa kebaikan ataupun keburukan yang terjadi di negara ini adalah proses alam yang tidak bisa dilawan. Saat terjadi banyak kebaikan, mereka akan beranggapan memang siklus hidupnya sedang berada dipuncak. Dan saat terjadi banyak keburukan mereka akan beranggapan memang sudah saatnya negara meninggal, dan memang sudah saatnya melahirkan negara baru. Walaupun namanya tetap sama namun ideologinya yang berganti. Kira-kira siapa caleg atau parpol yang cenderung terpengaruh filosofi perubahan ini?

Filosofi perubahan lain yang bisa menjadi pegangan para caleg dan parpol adalah filosofi perubahan evolusi. Filosofi ini dikenalkan oleh Darwin (1809 – 1882) dan Mendel (1822 – 1884). Dasar dari filosofi ini, perubahan terjadi karena ada proses seleksi, dan kompetisi. Para penganut filosofi ini meyakini, perubahan terjadi karena ada kompetisi. Apa jadinya Para caleg yang meyakini filosofi ini? Mereka cenderung akan menggulirkan perubahan dengan konsep kompetisi. Jika menelorkan undang-undang pun undang-undang yang memotivasi semua orang berkompetisi. Jika negara didominasi pemangku jabatan yang menganut filosofi ini, yang menang kompetesi semakin kaya dan yang kalah kompetisi akan semakin sengsara. Filosofi ini yang menginspirasi lahirnya sistem ekonomi Kapitalis. Adakah caleg atau parpol yang akan maju pemilu besok terdominasi filosofi ini?

Filosofi perubahan ketiga lahir berbarengan dengan filosofi evolusi, Hegel (1770-1831), Marx (1818-1883) dan Freud (1852-1939) mengembangkan filosofi yang cukup berbeda dengan filosofi perubahan evolusi. Filosofi yang mereka kembangkan kemudian dinamakan filosofi dialektik. Para pencetus filosofi ini meyakini setiap orang memang sudah berbeda sejak lahir, kemunculan sintesa terjadi karena ada nya konflik atau konfrontasi. Plularisme antar individu menciptakan potensi untuk bekerjasama yang sekaligus berpotensi menjadi konflik. Para caleg dan parpol yang terpengaruh filosofi ini cenderung senang berada dalam kondisi chaos. Mereka meyakini dengan ada nya chaos akan memunculkan tatanan baru, kelompok baru yang lebih baik. Biarkan para pihak bertarung, sehingga saya bisa mengambil keuntungan dari konflik yang terjadi, begitu lah yang ada dipikirian para penganut filosofi dialektik. Kira-kira siapa caleg atau parpol yang terpengaruh filosofi ini.

Filosofi evolusi dan dialektik memiliki penganut fanatiknya masing-masing, sehingga menurut Mead (1863-1931) dan Weber (1864-1920) perlu dibuat filosofi penyeimbang. Mereka pun kemudian melahirkan filosofi perubahan yang kemudian dikenal dengan filosofi teleologi. Dasar filosofinya adalah, perubahan memang harus dilakukan jika ada tujuan baik, sehingga prosesnya harus direncanakan dengan baik. Tidak seperti penganut filosofi dialektik yang mempercayai agar perubahan terjadi orang haru berkonflik, atau para penganut filosofi evolusi yang mempercayai agar terjadi perubahan orang harus berkompetisi, maka para penganut teleologi mempercayai agar terjadi perubahan harus ada tujuan perubahan yang jelas. Penganut filosofi ini mempercayai continues improvement, ataupun kaizen. Jika filosofi evolusi dan dialektik cenderung berpandangan win-lose, maka filosofi teleologi cenderung berpandangan win-win. Adakah caleg atau parpol yang terpengaruh filosofi ini? Yuk Bijak memilih

 

Berkah selalu

N. Kuswandi


Wednesday, January 8, 2014

Tahun Baru-Pakaian Baru-Ganti Perilaku

Awal tahun saatnya membuat perubahan atau yang populer dengan sebutan resolusi. Karena sifat materi, baik berupa benda maupun sifat itu usang, maka resolusi perlu dibuat. Dahulu iPhone itu keren sekali, namun semakin kesini iPhone itu jadul. Dahulu kita memiliki komunikasi yang baik, namun tidak hari ini. Tuntutan zaman selalu berubah. Karenanya muncul iPhone dari 2G menjadi 3GS, berubah lagi menjadi iPhone 4, dan berubah lagi menjadi iPhone 5. Komunikasi juga begitu, istilah-istilah yang dahulu up date berubah menjadi kupdate.

Saatnya menentukan perubahan yang lebih baik target yang lebih baik, penciptaan lebih baik. Seperti semua penciptaan, penciptaan dohir selalu dimulai dengan penciptaan batin. Gedung yang besar tidak seketika terbangun, namun dimulai dari penciptaan batin-gambaran dalam otak kita. Agar penciptaan batin semakin maujud menjadi penciptaan dohir maka penciptaan batin atau gambaran otak kita perlu dijadikan gambaran nyata menjadi sketsa-sketsa.

Steven Covey dalam bukunya 7 Habit Highly Effective People menamakan proses penciptaan batin ke dalam penciptaan dohir dengan istilah "begin with the end" - memulai dari akhir. Memulai awal 2014 dengan hasil yang ingin dicapai diakhir tahun 2014. Resolusi yang kita lakukan di awal tahun adalah framework kita di 2014. Steven Covey juga menyatakan bahwa begin with the end merupakan salah satu ciri kedewasaan tingkat kedua, atau dikenal sebagai tingkat kedewasaan independent (mandiri). Pertanyaan nya sudahkah Anda menyusun resolusi di tahun ini sebagai bentuk kedewasaan independen Anda?

Ternyata memiliki target resolusi pencapaian atau dengan kata lain misi saja tidaklah cukup. Renald Khasali, Prof Management dan direktur pasca sarjana UI yang terkenal dengan buku-buku bertema perubahan, dalam buku nya berjudul "Change Your DNA" menjelaskan agar perubahan bisa berjalan dengan baik dibutuhkan misi, skill, motivasi, resources, dan action plan.

1. Misi
Orang yang memiliki skill, insentif atau motivasi, resources, dan action plan, namun tidak memiliki misi, yang terjadi orang akan kebingungan. Hidupnya hanya mengikuti arus, tidak memiliki tujuan yang pasti. Dengan banyak nya alus yang harus diikuti orang pun menjadi bingung. Melihat arus para enterpreneur, dia ingin menjadi enterpreneur. Melihat arus para ilmuan, dia ingin menjadi ilmuan. Ujung-ujung nya tidak fokus dan gagal menjadi apapun. Padahal sebenarnya, dia sudah memiliki skill untuk menjadi enterpreneur, dia sudah memiliki motivasi untuk menjadi enterpreneur, dia juga sudah memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk menjadi enterpreneur, dan dia juga memiliki action plan untuk menjadi enterpreneur. Namun dia tidak memiliki misi, yang terjadi action plan yang dibikin salah arah, resources yang ada habis untuk memutar arah yang salah, motivasinya semakin menipis karena kegagalan-kegagalan, dan merasa skill nya ternyata tidak mencukupi. Dia semakin bingung menentukan arah yang benar

2. Skill
Unsur kedua dalam membuat resolusi perubahan adalah skill. Orang yang memiliki misi, motivasi, resources, dan action plan, namun tidak memiliki skill akan membuat dia cemas. Tujuan yang jelas, motivasi tinggi untuk mencapai, sumber daya yang dibutuhkan ada, action plan nya jelas, namun tidak tau caranya mencapai tujuan yang ingin dicapai ujung-ujung nya dilanda kecemasan. Cara yang paling mudah mengatasi adalah memasukkan proses pembelajaran untuk mendapatkan skill di action plan yang dibuat.


3. Motivation
Unsur ketiga untuk membuat resolusi perubahan adalah motivasi. Saat seseorang memiliki misi resolusi perubahan, punya skill untuk mencapai tujuan, penya resources yang dibutuhkan dan punya action plan, namun tidak memiliki motivasi untuk bergerak yang terjadi orang tidak jalan. Sehebat apapun skill yang dimiliki tapi kalau tidak punya motivasi untuk berubah tentunya action plan yang dibuat tidak akan jalan. Motivasi ibarat bahan bakar, sejelas apapun garis finish nya, seahli apapun pengemudinya, sehebat apapun mobilnya, namun kalau tanpa bahan bakar, mobil dan pengendaranya tidak mampu mencapai garis finish.

Motivasi bisa didapat dari internal ataupun external. Kondisi keluarga kita bisa jadi motivasi external yang baik bagi kita. Atau lihatlah ke dalam hati Anda dan temukan inner motivasi yang tidak akan pernah habis.

4. Resources
Unsur keempat untuk membuat resolusi perubahan adalah resources. Orang yang sudah memiliki misi resolusi perubahan, skill menjalankan resolusi, motivasi untuk bergerak, dan action plan untuk mentract arah pergerakan, namun tidak memiliki resources yang terjadi orang akan frustration. Resources ibarat mobil, semakin baik resources nya ibarat kita mengendarai mobil hebat. Ibarat kita berlomba, kita bisa melihat garis finish, kita jago mengendarai mobil, BBM nya fuel, namun kita tidak memiliki mobilnya, yang terjadi kita frustasi ditinggal pembalap-pembalap lain.

Bagaimana jika kita tidak memiliki resources, apa harus menyerah? Resources bisa didapat dari mana saja, kalau tidak punya pinjamlah. Terapkan prinsip win-win, menangkan orang yang akan kita pinjami resources nya. Sederhananya seperti kita pinjam di Bank, kita mudah menerima pinjaman dari Bank karena Bank merasa win terlebih dahulu. Bank merasa menang karena Anda membawa sertifikat tanah dan hanya diberi pinjaman maksimal 80% dari harga tanah, jika Anda tidak berhasil mengangsur maka Bank akan menyita tanah Anda dan untung 20%. Kalau Anda berhasil mengangsur, Bank juga merasa menang karena Anda harus membayar bunga tiap bulan. Sertifikat itu bisa berupa apapun. Kalau dalam pergaulan, sertifikat itu bernama sertifikat reputasi nama baik.

4. Action Plan
Unsur kelima untuk membuat resolusi perubahan adalah action plan. Orang yang sudah memiliki misi resolusi perubahan, skill menjalankan resolusi, motivasi untuk bergerak, dan resources, namun tidak memiliki action plan yang terjadi orang tersebut akan menunda-nunda. Action plan ibarat peta menuju garis finish. Saat tidak ada peta bisa jadi kita mengira garis finish sudah dekat didepan mata, dan kita pun menjadi santai menuju garis finish, yang terjadi berikutnya, kita ditinggalkan pembalap lain.


Yesterday is but today's memory, tomorrow is today's dream. - Kahlil Gibran
Berkah selalu
N. Kuswandi